Penipu yang Didoakan: Saat Korban Tak Mengutuk, Tapi Memohon Ampunan untukku

Penipu yang Didoakan: Saat Korban Tak Mengutuk, Tapi Memohon Ampunan untukku

Cahya T

2026 | 12 Episode | Hijrah | ★ 0.0 (0) | ❤ 0

Lihat selengkapnya
Baca Semua
Komentar Belum ada komentar
Episode
thumb FREE
01 - AWAL YANG “BIASA”
5x dibaca

Aku tidak pernah bercita-cita menjadi penipu.Dulu, aku hanya seorang karyawan biasa. Gaji pas-pasan, hidup juga pas-pasan. Bangun pagi, berangkat kerja, pulang malam—lalu ulangi lagi keesokan harinya. Tidak ada yang spesial.Namaku Raka.Umurku 27 tahun saat semuanya dimulai.Dan kalau kamu melihatku saat itu, kamu tidak akan pernah menyangka… bahwa beberapa bulan kemudian, aku akan menjadi seseorang yang dibenci banyak orang. Awalnya sederhana.Sangat sederhana bahkan.Hari itu aku sedang duduk di kantor, menatap layar komputer dengan mata kosong. Deadline numpuk, bos marah, dan saldo rekening tinggal angka yang bikin sesak dada.Di sebelahku, Ardi—teman sekantor—tertawa kecil sambil melihat HP-nya.“Kenapa ketawa?” tanyaku malas.Dia mendekat sedikit, menurunkan suaranya.“Gue baru dapet 2 juta.”Aku langsung menoleh.“Bonus?”Dia menggeleng.“Enggak… jualan.”“Toko online?”Dia tersenyum tipis.“Bukan jualan biasa.”Saat itu aku belum paham maksudnya. Tapi entah kenapa, ada sesuatu dalam nada bicaranya yang membuatku penasaran. Seminggu kemudian, aku mengerti.Dan mungkin… itu adalah titik di mana hidupku mulai berubah.

Baca
thumb FREE
02 - Uang Yang Menagihkan
0x dibaca

Aku pikir itu cuma sekali. 300 ribu itu… cuma kebetulan. Aku bahkan sempat meyakinkan diri sendiri bahwa aku tidak akan mengulanginya lagi.Tapi kenyataannya… manusia seringkali lebih lemah dari yang dia kira. Pagi itu, aku membuka rekeningku lagi.Saldo itu masih ada…..Utuh. Nyata. Dan tidak ada yang terjadi.Tidak ada telepon.Tidak ada ancaman.Tidak ada masalah. Seolah-olah… tidak ada dosa yang dilakukan. Di kantor, aku duduk seperti biasa.Tapi kali ini berbeda. Aku tidak lagi melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang penting. Aku melihatnya sebagai… sesuatu yang bodoh. “Ngapain gue capek-capek kerja 8 jam…” gumamku pelan, “kalau 10 menit aja bisa dapet segitu?”Kalimat itu keluar begitu saja.  Dan sejak saat itu… aku tahu, ada sesuatu yang berubah dalam diriku.

Baca
Komentar
Belum ada komentar